Rencana Wagub DKI “Kawinkan” Tol Dengan Terowongan Raksasa Sebentar Lagi Terwujud.

Keterangan foto : Rapat di ruangan Wagub DKI Jakarta antara PT.AMJ dan PT JTD

 

Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menginginkan agar pembangunan proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) dapat dikerjasamakan dengan pembangunan jalan tol bawah tanah. Kerja sama ini dilakukan dengan PT Jakarta Toll Road Development (JTD) yang memiliki konsesi enam ruas tol dalam kota yang saat ini sebagian seksinya tengah dalam masa pembangunan.

Ketika ditanyakan mengenai kabar terbaru soal rencana itu, pria yang akrab disapa Sandi itu mengatakan pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan Kementerian PUPR selaku pemilik proyek 6 ruas tol dalam kota.

“Tadi belum sempat dibicarakan karena prosesnya juga yang integrated tunnel itu masih di pembicaraan antara Jakarta Toll Development dan PT Antaredja Mulia Jaya,” katanya saat ditemui usai rapat dengan Menteri PUPR di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa kemarin.

 

  • Dia bilang, pembicaraan masih berlangsung antara masing-masing kontraktor, yakni PT Jakarta Toll Road Development selaku pemilik konsesi ruas tol dan PT Antaredja Mulia Jaya selaku kontraktor JIT.

“Untuk pembicaraannya, sekarang masih ada di Business to Business antara PT Antaredja dengan Jakarta Toll Development. Tentunya akan terkomunikasi,” sambungnya.

Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono ketika ditanyakan mengenai tanggapannya. Wibisono mengatakan, Rencana Wagub DKI Jakarta  untuk mengkawinkan tol dengan terowongan raksasa sebentar lagi akan terwujud.

“Minggu lalu kita sudah melakukan rapat dgn wagub dan PT.JTD. dalam pertemuan itu dibahas kelanjutan kerjasama antara PT.AMJ dan PT.JTD , “jelasnya kepada koranexpres.com di Jakarta hari ini.

Wibisono menambahkan, Dasar dari mengkawinkan tol terowongan ini sudah sangat jelas bahwa berdasarkan ijin prinsip Gubernur DKI tahun 2014,SK menteri tahun 2015 tentang kajian cepat kementrian PUPR dan rekomendasi teknis kementrian PUPR sudah sangat clear dan jelas bahwa JIT adalah bagian dari 6 ruas tol dalam kota. yang dua ruasnya harus di “subtitusi” menjadi terowongan bawah tanah.

“Jadi kita tidak perlu lagi meminta persetujuan khusus ke kementrian PUPR. karena secara teknis dan legalitas sudah mendapat rekomendasi untuk melakukan kerjasama dengan PT.JTD selaku pemegang konsesi 6 ruas tol dalam kota. Tapi yang perlu dilakukan adalah membuat SPV baru dengan PT.JTD dan selanjutnya pemprov DKI mengusulkan amandament PPJT PT JTD. Karena yang semula pakai metode elevated/layang menjadi terowongan bawah tanah. ini juga selaras dengan pernyataan kepala BPJT bapak Herry TZ tempo hari.  Dengan ini otomotis pembangunan JIT segera bisa dilaksanakan segera ,” terang Wibisono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *