Reses II, Anggota Dewan Faisal, SE : Bank Dunia Berikan Rp 2 Triliun untuk Kota Bekasi

 

KOTA BEKASI – Bertempat dikantor Sekretariat RW 012, Jalan Delta Intan Komplek Uringin Permai Jatiwaringin Pondokgede, Kota Bekasi kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat (reses II) tahun 2019, anggota Dewan Faisal, SE Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi wilayah Pondokgede dan Pondok Melati dilaksanakan pada, Minggu (10/11/2019) siang.

Seperti diketahui, Faisal, SE sosok muda yang milenial dan fenomenal merupakan anggota DPRD Kota Bekasi ‘wajah baru’ sebagai anggota dewan Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat, yang meliputi, Kesejahteraan Sosial; Agama; Pendidikan; Kesehatan; Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Kebudayaan; Kepemudaan dan Olah Raga (Pemuda dan Olah Raga); Ketenagakerjaan dan Transmigrasi; Pariwisata; Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Transmigrasi (Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi); serta Perpustakaan.

Terpantau awak media kegiatan acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan kata sambutan pembuka yang disampaikan oleh ketua RW 012, H. Aling Syahrir, kemudian
dilanjutkan sambutan oleh Abdul Muin selaku perwakilan Lurah Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede.

Selanjutnya amanat sambutan yang disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Komisi IV Kota Bekasi Faisal, SE yang mengatakan bahwa lembar aspirasi yang dibagikan ada kutipan APBD 2020, selain lembaga-lembaga dan dinas-dinas masing-masing.

“Tantangan saya lembaran tersebut harus lebih banyak, karena itu merupakan dari anggota dewan sebelumnya.

Sedangkan untuk eksekusi pada tahun 2021. Program-program yang saya kumpulkan, nantinya per 1 Januari 2021 dipastikan sudah berjalan. Selain itu terkait program-program skala prioritas saya siap di undang,” tuturnya.

 

 

Dalam penuturannya, Faisal juga mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan dana hibah untuk Lingkungan dari bank Dunia senilai Rp 4 triliun. “Dana tersebut hanya untuk 3 Kota saja, yang nantinya akan diberikan kepada Aceh, Mataram dan Kota Bekasi. Untuk Kota Bekasi sendiri akan disalurkan untuk pembuatan
Instalasi Pengelolaan Limbah domestik Terpusat (IPLT), senilai Rp 2 triliun,” kata Faisal.

Dan saat ditanya wartawan, Faisal pun menjelaskan bahwa secara teknis yang ia ketahui bahwa proyek akan dipegang oleh pusat. “Secara teknis yang saya tau, itu memang program dari pusat yang didanai oleh Bank Dunia. Sedangkan untuk keterpilihan Kota Bekasi tidak terlepas dari perjuangan Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi untuk mendapatkan perhatian dari pusat dan itu sudah tercapai,” tuturnya.

“Hal ini dengan ditunjuknya Kota Bekasi sebagai penerima, salah satu dari tiga kota. Bahkan kita (Kota Bekasi mendapatkan kuota terbesar, yakni Rp 2 Triliun tapi memang program pusat. Segala sesuatu, seperti perencanaan, eksekusi sampai pemanfaatan itu semua ditangan Pusat,” ujar Faisal.

Masih kata Faisal, sejauh ini yang diketahuinya seperti itu. “Pemerintah Kota Bekasi cukup menyediakan lahan seperti yang tadi saya katakan. Dan ada tersebar di empat titik konsentrasi, diantaranya Bekasi Timur 2 titik, kalau tidak salah, daerah lainnya seperti Belasi Utara dan Bekasi Barat,” ulasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Pondokgede sampai saat ini belum dialokasikan karena dapat dikategorikan belum berdampak. “Sampai detik ini belum, tapi karena ini merupakan pilot Project. Walaupun Pondokgede bukan bagian dari daerah berdampak, tapi tentu kita sangat antusias,” tegasnya.

Karena kan siapa tau, lanjut Faisal, pilot project ini sukses dan akhirnya ini akan menjadi Acuan Pemerintah Kota Bekasi untuk meratakan program-program yang sudah ada. “Dalam hal ini tentu kita wajib mendukung, saya bukan apa-apa, bukan orang hebat tentunya minta do’a dari masyarakat semua,” imbaunya.

Dalam kesempatan ini, hadir staf seksi Ekbang, Syamsumar yang mewakili Camat Pondokgede, Karya Sukmajaya yang menyampaikan permohonan ma’af karena camat Pondokgede tengah Rakor dengan Wali Kota Bekasi.

Sambutan juga disampaikan dari Lurah Jatiwaringin, Reward Aprial, kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Forum RW Kecamatan Pondokgede, H. Masykur.

Dalam reses II tahun 2019, dilakukannya sesi tanya jawab kepada masyarakat, sebagai kegiatan akhir reses ditutup dengan membacaan do’a yang dibawakan dan dipimpin oleh seorang ustadz.[]Zark/Dod

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *