Satgas Garda Pas Berkomitmen ke Petani untuk Mewujudkan Swasembada Beras

 

Kordinator nasional Garda pas pak Agus dan korlap Pak Mara di demplot indramayu.

 

Jakarta,17 januari 2019 Sekjen Garda Pas (Gerakan Nasional Penyelamat Bangsa) Doddy Toisuta mangatakan ke media bahwa dalam seminggu ini Garda Pas sebagai satgas ketahanan pangan sudah bergerak dan berkomitmen ke Petani dan Pasangan Prabowo-Sandy untuk mewujudkan program kerahanan pangan dan swasembada pangan dengan program bagi bagi pupuk Organik-hayati satu kali masa tanam,minggu lalu kita sudah sebar pupuk di demplot gapoktan yang ada di jatibarang,cianjur dan indramayu jawa barat, total lahan sudah hampir 10.000 hektar, Ujar Doddy yang dikenal sebagai aktivis pergerakan ini.

Doddy menambahkan,program ini akan terus berjalan selama masa tanam di bulan januari dan februari,sampai pada saat panen di bulan maret-april, garda pas ingin mengembalikan masa kejayaan presiden Soeharto yang berhasil swasembada beras dan sebagai salah satu negara yang disebut produksi padi melimpah yang dikenal dengan revolusi hijau tahun 1970-1984 dengan membangun waduk dan irigasi diberbagai wilayah indonesia.

Pak Mara dan Petani Garda Pas Tanam Padi di Indramayu.

 

Garda Pas ingin mengembalikan jati diri bangsa kembali menjadi bangsa AGRARIS dengan membangun peningkatan ketahanan pangan nasional dengan menjaga aspek-aspek strategis peningkatan ketahanan pangan,dengan cara membangun “Flatform Food Security” dan membangun system pertanian modern yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan Biofertilizer.

Wibisono sebagai ketua pendiri Garda Pas menambahkan bahwa garda Pas bersama prabowo-sandy akan menjadi pendobrak gerakan nasional penyelamat bangsa dibidang ketahanan pangan yang berdaulat,tangguh dan mandiri.
Menurutnya,Saat ini pemerintah selalu import komoditi pangan,seperti beras,garam,kedelai dan bahan bahan pangan yang lain.

 

a

Prajurit tani Garda Pas tanam padi di gapoktan Indramayu.

 

Langkah pemerintah selalu dilakukan berulang ulang selama ini.

” Pertanyaannya?,siapa yang salah?, kebijakan atau pola pikir mentrinya yang salah? “. Menurut Wibisono, Jawabannya adalah keduanya salah,baik kebijakan ataupun pola pikirnya.

Pertama menurutnya, adalah dalam menerapkan kebijakan “redefinisi ” pupuk dalam pengelolaan tanah dalam menanam semua jenis tanaman pangan, yaitu pupuk hayati,pupuk organik/kompos,pupuk kimia terbatas.

Yang kedua adalah, Penguatan “Community Development” dan yang ketiga adalah membangun PLATFORM KETAHANAN PANGAN..

” inilah yg harus dilakukan pemerintah agar ketahanan pangan bisa tercapai.
Dengan demikian Garda Pas bersama Pasangan Prabowo-Sandy (PAS) akan bertekad menjadi pendobrak tentang penguatan ketahanan pangan ini melalui revolusi pertanian yang modern dan membangun infrastruktur pertanian yang berkelanjutan,sehingga swasembada pangan bisa tercapai sepanjang tahun,pungkas Wibisono…mengakhiri pembicaraan.
[17/1 17.34]

 

prajurit tani Garda Pas tanam padi di gapoktan Indramayu..👆

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *