Setelah Aksi Demo Mahasiswa, dilanjutkan Demo Pelajar, apa ada Setingan?

Jakarta, Setelah usai demo Mahasiswa selama dua hari kemarin (23-24 september 2019), hari ini dikejutkan aksi demo sekelompok pelajar yang mengaku STM sejabotabek melakukan aksinya di flyover Slipi dan didepan Gedung DPR di Jakarta.

Para pelajar itu melakukan unjuk rasa sejak pukul 14.42 WIB. Sebagian di antara mereka tampak mengenakan seragam sekolah dan sebagian lainnya memakai baju biasa,rata rata mereka berusia di bawah 19 tahun.

pengamat publik wibisono,SH,MH

 

“Aksi demo pelajar ini seakan berlanjut dan tersirat meneruskan perjuangan para senior mereka kemarin yang telah lelah melakukan aksinya selama dua hari, apa ada setingan?”, ujar pengamat publik wibisono,SH,MH menyampaikan ke awak media rabo (25/9/2019) malam.

Sampai malam ini mereka belum bubar, dan batas waktu demopun telah habis, apakah aparat akan membubarkan paksa?

Sejak tadi siang mereka juga membawa sejumlah spanduk dan karton. Selain itu, bendera Merah-Putih turut dibawa. Flyover Slipi pun tak bisa dilalui. Sejumlah kendaraan dari Pancoran diarahkan ke Jalan Gerbang Pemuda.

Puluhan pelajar dengan berseragam sekolah untuk melakukan aksi unjuk rasa digedung DPR. para pelajar mengenakan seragam putih abu-abu dan pramuka ini tampak kebingungan menentukan titik kumpul.

Sementara itu, Anak STM pun menjadi trending topic di lini masa Twitter, setelah ramai beredar video tentang pelajar STM yang ikut dalam aksi mahasiswa pada kemarin.

“Saya mengamati, disamping Aksi Demo di DPR, disertai lini masa berbarengan dengan tanda pagar untuk menurunkan Presiden Jokowi, tanda pagar (hashtag/tagar) #TurunkanJokowi yang menjadi trending topic sejak Senin (23/9) hingga Selasa (24/9),” terang wibi

Wibisono membandingkan dua tagar, yakni #TurunkanJokowi dan #GejayanMemanggil. Dari tren pada 22-24 September 2019, tagar #GejayanMemanggil muncul terlebih dahulu dengan volume yang sangat tinggi.

“Tagar#TurunkanJokowi baru muncul jam 11.00 tanggal 23 September. Dan tiba-tiba naik pesat pukul 21.00 menjelang tengah malam,” ditulis lewat akun @ismailfahmi pada Selasa (24/9).

Rakyat yang tunggangi aksi demo mahasiswa
Unjuk rasa di DPR ricuh, polisi amankan ratusan pelajar
Jika dibandingkan dengan tagar #GejayanMemanggil, volume #TurunkanJokowi masih jauh lebih kecil. Bahkan, peta jaringan #TurunkanJokowi memiliki cluster yang besar tetapi berbeda dengan akun penggerak #GejayanMemanggil.

Drone Emprit memotret, lima akun berpengaruh alias influencer untuk tagar #TurunkanJokowi adalah @candraidw_md, @opposite6890, @localhost911, @do_ra_dong, dan @aisyadiaa.

Menurut dia, untuk menganalisis tagar #TurunkanJokowi adalah bikinan mahasiswa atau bukan, bisa dilihat dari peta perbandingan tagar tersebut.

“Ternyata ada dua cluster besar. Tagar #TurunkanJokowi ternyata bukan bagian dari mereka yang mengangkat #GejayanMemanggil. Seperti buatan oposisi,” ulasnya.

Dia menilai, gerakan mahasiswa perlu diwaspadai adanya penyusup, termasuk di media sosial maupun di lapangan.

Sementara itu, hingga Selasa (24/9) pukul 20.15 WIB, tanda pagar #HidupMahasiswa merajai trending topic Twitter dunia.

Ismail Fahmi
@ismailfahmi
Ada yang bertanya kepada Drone Emprit, siapa yang membuat tagar #TurunkanJokowi?

Dari yang saya kutip di lini masa, terlihat jelas peran medsos sangat penting dalam Aksi demo ini, sapa yang menyeting?, sebaiknya ini ranah penegak hukum yang bekerja untuk menemukan aktor intelektual dalam kasus ini, pungkas Wibi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *