Setengah Abad Merawat Kado Ultah Terindah, Melanjutkan Membangun Harapan untuk Indonesia

Puncak Peringatan Setengah Abad YHK

Setengah Abad Merawat Kado Ultah Terindah,

Melanjutkan Membangun Harapan untuk Indonesia

Setengah abad lalu, tepatnya pada 23 Agustus 1968, Presiden Soeharto memberi kado sangat indah kepada Ibu Tien Soeharto yang merayakan ulang tahun ke-45. Kado Immaterial dari Pak Harto untuk Ibu Tien, ternyata adalah Yayasan Harapan Kita (YHK). Bukan baju mewah atau perhiasan mahal, melainkan sebentuk wadah amanah yang menampung berbagai harapan luhur bagi Bangsa Indonesia. Wadah ini senantiasa dijadikan tempat mewujudkan harapan demi harapan, impian demi impian, tentang bagaimana turut menyejahterakan bangsanya. Kado immaterial berupa Yayasan ini, hingga kini justru lebih bisa mengabadi sebagai buah keluhuran, dan justru akan terus bermanfaat untuk khalayak luas hingga kapan pun. Tidak seperti kado ultah berupa perhiasan atau benda mewah yang hanya akan lapuk ditelan waktu.

Kini, pada 23 Agustus 2018, kado immaterial dan luhur tersebut, telah genap setengah abad berkiprah bagi masyarakat luas. Sederetan mahakarya telah lahir, dan keberadaannya sangat diperlukan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Marilah kita lihat bersama maha karya itu berdiri berupa Taman Mini Indonesia Indah, Perpustakaan Nasional, Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Taman Anggrek Indonesia Permai, Gedung Pewayangan Kautaman, Padepokan Pencak Silat Indonesia, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Rumah Sakit Kanker, Dharmais, Taman Buah Mekarsari, dan sejumlah mahakarya lain yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Selama dipimpin Ibu Tien Soeharto, kiprah YHK dalam kegiatan sosial lainnya, antara lain mencakup pembagian sembako, menyantuni anak-anak cacat dan yatim piatu, membantu memenuhi keperluan korban bencana alam, dan masih banyak lagi. Kegiatan sosial yang terbesar, antara lain penanganan korban meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya.

Hingga kini, Taman Mini Indonesia Indah telah menjadi taman wisata paling modern di Asia Tenggara saat itu, terbangun dengan sangat megah pada 20 Mei 1975, hanya selang tujuh tahun setelah pendirian YHK. “Taman mini merupakan rekreasi yang dibangun sangat bagus, namun harga tiket masuknya termurah jika dibandingkan dengan taman rekreasi di berbagai belahan dunia lainnya. Sehingga sampai mendapat award (penghargaan, Red),” ujar Mbak Tutut, pada Agustus 2018 lalu.

Menurut Ibu Tutut Soeharto, selain mendirikan berbagai mahakarya, YHK juga banyak memberikan berbagai hibah tanah kepada berbagai lembaga penting di Negara Indonesia. Hibah tanah pertama, saat Ibu Tien Soeharto masih aktif berkiprah, YHK memberikan secara cuma-cuma, tanah seluas 2,6 hektare di kelurahan Pinang Ranti kepada Kodam Jaya TNI yang diperuntukkan untuk pembangunan RS Ridwan Meuraksa. Hibah tanah kedua, YHK memberikan secara cuma-cuma berupa tanah seluas 2000 meter di Kelurahan Bambu Apus, untuk pembangunan Polsek Cipayung. Sedangkan hibah tanah ketiga, YHK menghibahkan dua hektar tanahnya di kelurahan Lubang Buaya kepada Yayasan Jantung Indonesia.

Sesuai dengan perubahan atas anggaran dasar yayasan sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, YHK juga meluaskan fungsi dan tujuannya menjadi tiga, yaitu sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Dengan demikian, YHK secara eksplisit menjadi berkomitmen memberikan bantuan moral maupun materiil di bidang pembinaan olahraga, penelitian di bidang ilmu pengetahuan, studi banding kepada lembaga-lembaga yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan rakyat seperti pada lembaga formal dan non formal (panti asuhan, panti jompo, panti wreda, poliklinik, dan laboratorium). Selain itu, YHK juga mendirikan dan memelihara bangunan dan rumah-rumah adat di areal Taman Mini Indonesia Indah, menerima dan menyalurkan bantuan yang bermanfaat untuk korban bencana alam, memberi bantuan kepada pengungsi akibat perang dan bencana alam. Bahkan, YHK berkomitmen untuk mendirikan sarana ibadah, ikut menyelenggarakan pondok pesantren, dan madrasah. Jika dibandingkan dengan maksud dan tujuan yayasan pada awal mula didirikan, maka rumusan maksud dan tujuan serta kegiatan yang hendak dilakukan YHK jauh lebih meluas.

Dalam puncak peringatan 50 Tahun “Yayasan Harapan Kita” yang mengambil tema “MELANJUTKAN MEMBANGUN HARAPAN UNTUK INDONESIA” ini, Sasono Utomo Taman Mini dimeriahkan dengan berbagai kesenian, penghargaan kepada Pendiri YHK, penyerahan buku “50 Tahun Harapan Kita, Melanjutkan Membangun Harapan untuk Indonesia, dan berbagai rangkaian acara lainnya. ***

Media Relation

Thowaf Zuharon

Contact Person : 081932222587

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *