SIDANG KE-8 TERDAKWA ‘STROKE’ TERUS DALAM PANTAUAN DPD-LPRI KOTA BEKASI

SIDANG KE-8 TERDAKWA ‘STROKE’ TERUS DALAM PANTAUAN DPD-LPRI KOTA BEKASI

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Walaupun dengan kondisi fisik terdakwa yang tengah Stroke, sidang kasus perkara pidana yang telah memasuki agenda pembacaan tanggapan Nota Pembelaan (pledoi) dakwaan terus bergulir. Ironisnya, diduga berbeda dengan Hakim PN Garut yang tidak mau menyidangkan kalau terdakwa dalam keadaan sakit. Karena seperti diketahui setiap dalam pembukaan sidang. Hakim selalu menanyakan ; Apa saudara dalam keadaan sehat atau sakit?

Agenda sidang mendengarkan tanggapan Nota Pembelaan (Pledoi) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan saat memasuki sidang ke 8 atas perkara pidana nomor : 890/Pid.B/2018/PN.BKS, terkait atas tuntutan Jaksa PENUNTUT UMUM Nomor PDM – 36/BKS/2018 dan sidang kali ini berjalan hanya sekitar kurang lebih 45 menit yang digelar di ruang sidang utama Cakra, Pengadilan Negeri Klas 1 (PN-Bekasi) jalan Pramuka Nomor 81, Margajaya Bekasi Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat pada, Senin (1/10/2018) petang.

 

Tanggapan pledoi dibacakan Jaksa, Malini Sianturi kepada Majelis Hakim yang diketuai Oloan Silalahi, SH, MH, serta didampingi oleh Marper Pandiangan, SH, MH dan Dewa Putuh Yusmai Hardika, SH, M.Hum selaku hakim anggota, dalam sidang yang dibuka sekitar pukul 16.30 WIB, yang sempat molor hingga hampir 3 jam dari jadwal.

Busyraa, SH didampingi rekannya Arah Madani, SH yakni para Advokat dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Dompet Dhuafa selaku penasehat hukum dari Terdakwa atas nama ; Niesye Kusumadewi Alias Niesya Binti Spallding (37) sebagai terdakwa I, dan terdakwa II ;Carolina Elsje Spallding Binti Hamsil Rusli (67) saat memberikan keterangannya usai persidangan mengatakan bahwa tugasnya selaku kuasa hukum telah usai, namun tetap akan selalu siap jika masih diberikan kepercayaan.

“Langkah-langkah kami sebagai penasehat hukum secara proses, tahapan hukum kami telah selesai. Kita sama-sama berdo’a agar keadilan benar-benar ditegakkan. Siapa yang sebenarnya telah menjadi korban benar-benar diperlihatkan,” imbaunya.

“Dan tanggapan terhadap pledoi kita telah dibacakan Jaksa, kita juga cukup kaget ternyata Jaksa sangat cukup serius menanggapi pledoi kita, berarti inikan dapat diduga ada sesuatu,” ungkap Busyraa.

Busyraa juga dalam pemaparannya mengungkapkan adapun penilaian berikutnya adalah murni di tangan Majelis Hakim. “Sehingga hakim benar-benar diuji karena apa yang kita sampaikan sebagai penasehat hukum adalah sudut pandang kami berdasarkan fakta serta temuan-temuan di persidangan,” tuturnya.

Masih kata Busyraa, bahwa dari hal sekecil apapun telah di sampaikan dalam pledoi.
Berbeda dengan Jaksa yang diduga dalam kasus mempunyai kepentingan.
“Kita berharap Hakim akan melihat bagaimana fakta yang sebenarnya, bukan fakta-fakta sekedar yang ada di BAP. Ini yang kita inginkan sebenarnya,” ungkap Busyraa.

Masih kata Busyraa, bahwa tuntutan Jaksa dalam sidang tetap sama yakni ; tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara untuk terdakwa 1, Niesye sedangkan untuk terdakwa 2, Carolina tuntutan hukuman 1 tahun kurungan, dimana kedua terdakwa akan dikurangi masa tahanan.

“Pada agenda sidang terakhir nanti, Senin, 8 Oktober 2018 kita akan mendengar putusan vonis hakim. Sidang kasus perkara pidana dengan terdakwa ‘stroke’ di PN Bekasi ini akan berakhir dan Bola ini ada di hakim,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sidang yang singkat ini telah dipantau ketat oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (DPD-LPRI) Kota Bekasi, Habieb Zaky Assegaf, yang dalam sidang kali ini diwakili Sekjen, Moses. Terpantau Mediatransparancy.com, tampak hadir Divisi Advokasi hukum LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Agus Budiono, SH bersama sang istri mengikuti jalannya persidangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *