Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Hercules oleh JPU di PN Jakarta Barat

 

Anggota TIM PENGACARA Hercules, Rudy Silfa, SH berfoto  usai sidang perdana.

 

Jakarta.kubu Hercules mengajukan permohonan agar dijadikan tahanan kota. Surat pengajuan itupun sudah diberikan kepada majelis hakim.dalam sidang perdana Pembacaan Dakwaan oleh JPU di PN jakbar.

Ketua TIM PENGACARA Hercules, Anshori Toyib, SH dalam persidangan perdana Hercules, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jalan Letnan S Parman, Rabu (16/1/2019).mengatakan,Sesuai perbincangan kami dengan terdakwa, tidak akan mengajukan eksepsi atau keberatan,” kata Anshori.

Hercules mengajukan permohonan agar dijadikan tahanan kota. Surat pengajuan itupun sudah diberikan kepada majelis hakim.

Menurut Ketua Tim Penasehat Hukum Hercules, Anshori Thoyib kliennya ingin melaksanakan umrah. Rencana ibadah haji kecil itu sudah dirancang sejak lama.

“Kami sepakat tidak mengajukan eksepsi, bukan berarti kami menerima, tetapi nanti dalam pembelaan ada perkara yang paling penting,” ujar Anshori.

 

“Surat pengalihan tahanan rutan menjadi tahanan kota ini kami terima, dan akan kami pertimbangkan,” ujar Hakim ketua Rustiyono.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anggia Yusran, SH, membacakan dakwaan terhadap terdakwa penguasaan lahan Hercules Rozario Marshal pada Rabu (16/01/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dalam sidang tersebut, diungkap cara kelompok preman itu memasuki area penguasaan lahan PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta Barat.

“Fransisco Soares Rekardo alias Bobi masuk beramai-ramai ke area pekarangan tanah dengan cara membuka paksa pintu kantor pemasaran PT Nila Alam dengan cara mendorong paksa pintu sehingga engsel terlepas dan menjadi rusak,” tegas Anggia di hadapan Majelis Hakim.

Dalam kejadian tersebut, Hercules sebagai pemimpin kelompok menerima kuasa dari terdakwa Handy Musawan untuk mengambil alih tanah berdasarkan surat Peninjauan Kembali (PK) Nomor 90 PK/Pdt/2003 tanggal 26 Oktober 2004.

Bobi yang merupakan anggota kelompok Hercules membawa sedikitnya 60 orang untuk menguasai lahan tersebut sejak 8 Agustus 2018.

Adapun lahan terdiri atas delapan ruko, tiga bangunan gudang, dan satu kantor pemasaran. Kedatangan mereka yang dalam jumlah banyak, lanjut Anggia, membuat warga setempat merasa takut.

Kemudian alasannya mereka membawa senjata tajam berupa parang, golok, linggis, dan cangkul. Selain itu, mereka juga membawa beberapa plang dengan tulisan berbunyi, “Hak Milik Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No.90/2003 Tanah Ini Milik Thio JI Auw Bersaudara. Kuasa Hukum Sopian Sitepu, SH, Kuasa Lapangan Hercules CS”.

Dari kejadian tersebut, Hercules dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, yang diduga dilakukan oleh terdakwa,” tutur Anggia.

 

 

JPU mendakwa Hercules melanggar Pasal 170 ayat 1, Pasal 55 Ayat 1, Pasal 335 ayat 1. Bila terbukti bersalah, Hercules terancam penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *