SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA

 

Melanjutkan Sesi ke V lanjutkan share update Lembakum Indonesia Tentang :

  • SISTEM PERADILAN PIDANA
    I N D O N E S I A

 

Berikut ini dengan tema :

KEWARGANEGARAAN
HUKUM EROPA KONTINENTAL Vs HUKUM ANGLO SAXON

 

KEWARGANEGARAAN
————————————–
Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia pasal 1 angka (1) pengertian warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu, yaitu orang tersebut berada di bawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum tersebut antara lain akta kelahiran, surat pernyataan, dan bukti kewarganegaraan.

Kewarganegaraan berasal dari dua kata yaitu ‘warga’ dan ‘negara’. pengertian warga adalah tingkatan dalam masyarakat. Sedangkan definisi negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat.

Sementara pengertian warga negara adalah penduduk sebuah negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari negara itu.

Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan hukum. Akan tetapi ditandai dengan ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara yang bersangkutan.

Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam kontrol satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan

HUKUM EROPA KONTINENTAL
—————————————————
ASAS JUS SANGUINIS ( EROPA KONTINENTAL ) Kewarganegaraan seseorang didasarkan atas keturunan orangtuanya

hukum itu memperoleh kekuasaan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Kepastian hukum dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis, misalnya UU. Dalam sistem hukum ini, terkenal suatu adagium yang berbunyi ”tidak ada hukum selain undang-undang”. Dengan kata lain hukum selalu diidentifikasikan dengan undang-undang

Eropa Kontinental justice system adalah suatu sistem hukum dengan ciri dan ketentuan hukum dihimpun secara sistematis dimana sistem ini bertujuan tafsirkan lebih lanjut oleh hakim, Tatanan hukum atau sistem hukum diartikan sebagai suatu sistem dari keseluruhan kaidah-kaidah hukum dalam aturan-aturan hukum di dalamnya, secara substansi hukum Eropa kontinental adalah materi konstitusional secara Tertulis dengan tujuan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, di dalam nya Mengenal dan memahami golongan hukum yang dikelompokkan menjadi beberapa jenis Hukum yang termasuk hukum publik adalah asas hukum tata negara, hukum administrasi yang secara luas mengatur lembaga negara juga meliputi hukum privat sipil dan hukum dagang yang mencakup keseluruhan mekanisme kaidah dan asas hukum yang di jadikan prinsip dasar dalam perumusan dan kodifikasi hukum di Indonesia dimana Hampir 60% dari populasi dunia negara yang menganut sistem hukum ini.

HUKUM ANGLO SAXON
—————————————
ASAS JUS SOLI (ANGLO SAXON)Kewarganegaraan seseorang didasarkan atas Negara di mana ia dilahirnya”?

Sistem Hukum Anglo Saxon dikenal relatif modern, Sebagian besar informasi yang kita miliki tentang Anglo-Saxon berasal dari Anglo-Saxon Chronicle,Dan juga di kenal dengan istilah Common Law atau Unwriten Law (hukum tidak tertulis). Sistem Anglo-Saxon adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim sehingga dikenal dengan judge made law dinilai lebih mudah dimana undang-undang dibentuk melalui parlemen setiap putusan hakim merupakan precedent bagi hakim yang akan datang sehingga lahirlah doktrin precedent sampai sekarang

Sistem hukum Anglo Saxon ialah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurispudensi. Sumber hukum dalam sistem hukum ini ialah putusan hakim/pengadilan. Dalam sistem hukum ini peranan yang diberikan kepada seorang hakim sangat luas.
sistem peradilan bersifat inkuisitorial. Bentuk-bentuk sumber hukum dalam arti formal dalam sistem hukum Civil Law berupa peraturan perundang-undangan, kebiasaan-kebiasaan, dan yurisprudensi, penemuan kaidah secara kongkrit langsung digunakan untuk penyelesaian perkara, sistem ini hanya mengenal satu peradilan untuk semua jenis perkara, anglo saxon dikembangkan melalui praktek prosedur hukum dimana kenyataan yang berlaku dan ditaati oleh masyarakat

Kepada sahabat baru bergabung bisa meminta sesi 1 2 3 4 5 ke japri saya agar memahami diskusi lanjutkan atau mengikuti group Instagram atau Facebook LEMBAKUM INDONESIA

Besok kita lanjutka ke sesi Vl

ASAS ASAS HUKUM KEWARGANEGARAAN

Silahkan di diskusikan,

LEMBAKUM INDONESIA
Foundation of Justice ⚖⚖

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *