Sontoloyo dan Genderuwo,buta dan budeg…kata yg tidak beradab.

Sontoloyo dan Genderuwo,buta dan budeg…kata yg tidak beradab.

Jakarta,hari senen tgl 13 november 2018 ketua Pendiri Garda Pas wibisono ikut mengomentari pertanyaan media tentang perang Narasi di kampanye capres jokowi tentang kata sontoloyo dan Genderuwo dan kata dr cawapres Kyai Ma’ruf Amin yaitu buta dan budeg…

narasi-narasi inilah yang membuat Gaduh ditahun politik ini.

Wibisono menerangkan bahwa kata Ali bin Abithalib, kata berarti Ruh….
Pemahaman umum ; kata adalah Doa….
Jadi ingat di awal kita mengaji penekanan soal Adab, jangan sampailah kita menjadi tidak beradab atau biadab dalam bertutur kata.

Lebih jauh lagi tidak membangun peradaban,” Soal Jokowi bilang sontoloyo dan genderuwo dan soal Ma’ruf Amien tentang kata Buta dan Budeg itu masukan tim komunikasi ke dia. Berdasarkan di online,harus tinggi terus angka ratingnya.ujar wibisono.

Kita aja “maaf”, tidak ngeh atau ga sadar, Saran saya kita hentikan aja bahas hal hal yang begini ini. Karena yang diuntungkan kubu Jokowi dan timsesnya….mereka akan bilang “masuk tuh barang”….

Inilah strategi komunikasi dengan teori kekinian…strategi ini di setting oleh tim jokowi agar kita lupa kalo dollar yang masih bertengger di angka Rp.14.900 per dollar AS,import pangan yang membengkak,pengangguran yang meningkat dan menurunnya daya beli masyarakat,Kata-kata aneh yang sering dilontarkan oleh kubu jokowi-MA adalah diksi-diksi baru yg tidak mencerdaskan bangsa kususnya bagi generasi penerus…. ini bentuk pembodohan dalam dunia perpolitikan kita,pungkas wibisono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *