Spirit 212 Aksi Damai

*KH. Slamet Maarif, S.Ag.MM*
*Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212)*

Kita sudah berupaya semaksimal mungkin dan meminta kepada pemerintah untuk bisa menjamin keamanan beliau pulang tanggal 21.

Karena kami yang meminta Habib pulang tanggal 21 Februari, maka kami mempunyai kewajiban menyambut mengawal beliau. Dan ternyata sambutan kawan-kawan ini luar biasa untuk menyambut kedatangan beliau.

Bahkan sejak semalam kawan-kawan dari Madura, Surabaya sudah bergerak. Banten, Kalimantan, Lampung, dan berbagai provinsi lainnya sudah bergerak untuk menyambut beliau. *_Spirit 212_* adalah aksi damai bahkan super damai.

 

. Panitia memutuskan penyambutan HRS itu dengan Tabligh Akbar dan Istighotsah di Masjid Baitul Amal, Cengkareng sejak bakda Maghrib sampai dengan beliau pulang.

Kami sudah menerima video dari Makkah soal kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. Kami tidak akan mendengarkan dari siapapun termasuk dari pengacaranya. Yang kami ambil keputusan adalah ketika Habib Rizieq bilang pulang ya kami siap. Sebaliknya saat Habib Rizieq bilang batal pulang, ya kami sami’na wa atho’na.

Belum ada ucapan baik melalui sambungan telepon maupun WhatsApp (WA) bahwa Habib Rizieq batal pulang. Karena sampai detik ini belum ada jawaban beliau batal pulang, maka kami tetap melaksanakan acara penyambutan beliau sampai ada kabar terakhir dari beliau.

Saya enggak mau komentari berita di media, berita di surat kabar soal beliau batal pulang. Saya hanya komunikasi dengan beliau. Sejauh ini belum ada satu katapun bahwa beliau batal pulang. Karena beliau belum mengatakan batal pulang, maka kami akan melanjutkan persiapan untuk penyambutan beliau.

Saya mengingatkan pemerintah, masih ada waktu untuk berlaku baik kepada beliau. Stop kriminalisasi ulama, perlakukan beliau dengan baik, tunjukkan keadilan, sebelum umat bersatu berkumpul dari mana-mana datang, segeralah fasilitasi, pastikan beliau kembali kepada umat Islam dalam keadaan aman.

Saya hanya khawatir, jika pemerintah masih menunjukkan arogansi ketidakadilannya, terus mengkriminalisasi ulama, umat yang menyambut beliau sudah lumayan, dan saya fikir sudah banyak yang mengarah ke Cengkareng. Oleh karenanya sekali lagi kepada pemerintah masih ada waktu memfasilitasi kepulangan beliau dengan selamat.

Kami sudah komitmen bahwa kami tidak akan bubar sebelum kami ada info dari beliau. Kami tidak akan bubar sebelum kami bertemu dengan beliau. Artinya jangan coba-coba pemerintah menghalangi kepulangan beliau, mengambil langkah-langkah, setelah beliau sampai di Indonesia tidak bertemu dengan kami.

Kalau pihak kepolisian mengambil secara paksa Imam, maka kami akan ambil paksa Imam kami. Oleh karenanya, jalan damai kita junjung tinggi. Tapi kalau polisi memaksa mengambil beliau, maka kami mengajak umat Islam untuk memaksa mengambil beliau di tengah-tengah umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *