Tim Kuasa Hukum Kivlan Zen, Pitra Romadhoni Nasution Datangi Bareskrim

 

Jakarta. Tim Kuasa Hukum Kivlan Zen, Pitra Romadhoni Nasution datangi Bareskrim Polri siang tadi, Senin (17/6/2019).

Kedatangannya guna melaporkan tersangka pembunuhan empat tokoh nasional, yakni HK alias Iwan dkk.

Iwan mengaku telah menyebut dirinya menerima uang sebesar Rp. 150 juta dari Kivlan untuk melakukan pembelian senjata api yang akan digunakan untuk membunuh 4 Jenderal dan 1 orang pemilik lembaga survei.

“Kita akan laporkan Helmi Kurniawan (Iwan) dkk terkait pengakuannya dan juga keterangan palsu nya yang menyeret klien kami Kivlan Zen. “ujar Pitra di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Pitra melaporkan Iwan bersamaan dengan pemeriksaan kasus Kivlan yang saat ini sedang ditangani penyidik Polda Metro Jaya.

Meski diketahui Iwan alias HK kini telah ditahan di Sel tahanan Narkoba Mapolda Metro Jaya atas kasus yang menjeratnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers yang digelar Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa (11/6/2019), Iwan/HK bersaksi melalui rekaman video yang diputar dan menuduh Kivlan Zen.

Bahkan HK/Iwan dkk juga menyebut Kivlan Zen orang yang dituduhkan dalam perencanaan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan satu orang pemilik lembaga survei.

Dalam video tersebut, Iwan alias HK, Kivlan Zen disebut sebagai sosok yang memberi perintah.

Dalam keterangannya kepada penyidik, HK alias Iwan memberikan keterangan yang menyatakan keterlibatan Kivlan dalam kasus tersebut.

Pernyataan Iwan/HK melalui video di Kemenko Polhukam beberapa waktu lalu dinilai lontaran kebohongan alias Hoax.

Iwan menyebut ia menerima perintah langsung dari Kivlan untuk membeli senjata api. “Di mana pada bulan Maret, saya dan saudara Udin dipanggil (Kivlan Zen) untuk ke Kelapa Gading. Pada pertemuan tersebut, saya diberi uang Rp.150 juta untuk membeli senjata laras pendek dua pucuk dan 2 laras panjang dalam bentuk Dolar Singapura,” ujar Iwan saat itu.

Baik Kivlan Zen maupun kuasa hukum
berulang kali menyanggah keterangan tersebut dan menyebut tudingan Iwan mengada-ada.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *