Uang Muka KPR Nol Rupiah Dongkrak Kebangkitan Properti Generasi Millennial

Term of Reference (TOR)
Diskusi Indonesia Housing & Creative Forum

“Uang Muka KPR Nol Rupiah Dongkrak Kebangkitan Properti Generasi Millennial”

 

“Upaya Pengembang DKI Jakarta Memacu Potensi Pasar Millenial Dengan Adanya kebijakan Relaksasi Uang Muka Pembelian Rumah”

Pesta demokrasi baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden yang akan dihelat tahun depan, ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap memiliki properti khususnya hunian. Menariknya, mayoritas dari mereka adalah pembeli pertama (first home buyer) dengan rerata usia 22 – 35 tahun, dimana pada masa kini kelompok masyarakat ini sering disebut sebagai “Generasi Millennial”.

 

Menukil Sentiment Survei 2017 di salah satu perusahaan tekonologi penyedia marketplace properti, dari 4.134 responden (usia 22-45+), hampir 60 persennya adalah pembeli rumah pertama yang didominasi oleh masyarakat dengan kisaran umur 22-35 tahun.

 

Kata lain, kini minat membeli properti bukan lagi milik masyarakat berusia mapan dan matang dengan rerata usia di atas 40 tahun tetapi mulai bergeser ke motif yang lebih advance. Selain memiliki rumah sendiri, generasi millennial juga punya keinginan untuk investasi jangka panjang dan salah satu pilihannya adalah aset properti.

 

Namun, tidak mudah bagi generasi millennial dalam mewujudkan mimpi tersebut seiring kian tingginya harga properti yang ditawarkan pengembang. Di sisi lain, kondisi keuangan yang mereka masih belum cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari termasuk kebutuhan akan hunian.

 

Tidak heran, demi memujudkan mimpinya itu, hampir setengah dari mereka harus bersabar menunggu waktu 3 – 5 tahun sekedar untuk melunasi down payment (DP) kredit rumah. Bahkan, banyak di antara mereka yang hopeless lantaran tak sanggup menyediakan dana besar untuk membeli rumah. Ditambah, proses pengajuan kredit yang ribet serta kenaikan harga rumah lebih cepat ketimbang peningkatan penghasilan.

 

Kondisi tersebut, tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi regulator, pelaku industri properti, dan jasa keuangan nasional. Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk mempermudah kepemilikan rumah bagi generasi millennial seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi bunga KPR, tetapi realitasnya mereka tetap saja kesulitan untuk memiliki hunian.

 

Untuk mendorong itu Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi untuk syarat pengambilan kredit pemilikan rumah (KPR). Dalam rapat dewan gubernur (RDG) Juni, BI tak memberlakukan loan to value (LTV) untuk KPR rumah pertama dan akan berlaku agustus tahun ini.

 

 

Aturan LTV ini bertujuan untuk membe

ri kesempatan pertumbuhan pemilikan rumah oleh first time buyer dalam hal ini termasuk Generasi Milenial. Pengaturan ini adalah memberikan kelonggaran bagi first time buyer dimana manajemen risikonya diserahkan ke perbankan penyalur KPR. Laku seberapa jauh efeknya bagi generasi milenial?

 

Untuk menjawab hal itu diharapkan pembicara dapat memaparkan materi seputar alasan terbitnya LTV, Kondisi pasar setahun terakhir, upaya BI memantau Bank penyalur KPR supaya tidak terjadi buble property akibat kebijakan tersebut dikemudian hari.

 

Adapun tema yang diusung pada diskusi kali ini adalah: “Uang Muka KPR Nol Rupiah Dongkrak Kebangkitan Properti Generasi Millennial”. diskusi IHCF Seri III – 2018 .

Panelis :

1. Maryono, Direktur Utama PT. Bank Tabungan Negara
“Potensi Pasar dan Strategi BTN dalam Menggarap Pasar Generasi Milenial”

2. Tambok P.S. Simanjuntak Direktur Bisnis Ritel
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
“Potensi Pasar dan Strategi BNI dalam Menggarap Pasar Generasi Milenial”

3. Asmat Amin, Direktur Utama SPS Group
“Menciptakan Produk Properti Ramah Kantong Generasi Milenial”

4. Tony Eddy, Konsultan dan Pengamat Properti

Moderator :

1. Ahmad Punto, Wartawan Senior Media Indonesia

 

 

 

Zal Hanif
Ketua Indonesia Housing Creatif Forum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *