UDARA BERSIH PADA EVEN ASIAN GAMES PR BESAR PEMPROV DKI JAKARTA

 

UDARA BERSIH PADA EVEN ASIAN GAMES PR BESAR PEMPROV DKI
Jakarta–Salah satu situs pengukur kualitas udara di dunia asal Amerika Serikat, Air Visual, mengategorikan Jakarta sebagai kota paling tercemar polusi udara di dunia pada minggu lalu. Situs itu menggarisbawahi bahwa udara di Jakarta tidak sehat. Bahkan Jakarta lebih buruk kualitas udaranya di banding kota-kota lainnya, seperti Beijing di Tiongkok, Dubai di UEA, Kuwait City di Kuwait dan Mumbai di India.

 

Menurut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Pemprov DKI Jakarta belum memaksimalkan pelaksanaan dari beberapa peraturan pusat dan daerah terkait mengendalikan pencemaran udara. “Sudah ada Perda No. 2 Tahun 2005 soal pencemaran udara. Juga ada UU No. 2 Tahun 2009 soal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun sekali lagi, apakah sudah dimaksimalkan dalam implementasinya?” Ujarnya mengkritik.

 

Jika tidak ada upaya menetralisir udara di Jakarta dengan langkah-langkah yang terstruktur dan tersistematis, kata politisi lulusan Ilmu Politik UIN Jakarta ini, even akbar Asian Games 2018 di Jakarta bisa terganggu oleh dampak buruk udara yang tidak baik. “Ini bisa mengganggu pelaksanaan cabang olahraga yang dimainkan atau dipertandingkan di luar lapangan. Efeknya bisa ke kesehatan dan prestasi,” tuturnya menegaskan.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika belum ada penanganan yang menyeluruh. Beberapa kontingen negara bisa jadi akan memberi keluhan terhadap polusi udara Jakarta. “Lebih baik semaksimal mungkin Pemprov DKI Jakarta meminimalisir hal-hal negatif yang mungkin ada bagi keberlangsungan even besar ini. Kualitas udara yang baik harus dijadikan target dan fokus penting bagi pihak Pemprov. Semata-mata demi penyelenggaraan yang baik di mata dunia,” katanya memberi saran.

 

Menurut politisi yang aktif mengkritisi isu-isu kebijakan publik ini mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga harus mulai mengatur transportasi di Jakarta agar efek pencemaran udaranya bisa diminimalisir. “Pemprov harus fokus bagaimana mengatur transportasi. Karena salah satu penyebab pencemaran udara ada di sektor itu. Langkah-langkahnya harus terukur dan benar-benar di pantau pelaksanaannya,” imbuhnya mengakhiri.

Narahubung/Informasi lebih lengkap:
Andi Anggana
+62 812-9771-7359

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *