UPAYA PENGAMANAN ASIAN GAMES 2018

 

 

DIVISI HUMAS POLRI

*UPAYA PENGAMANAN ASIAN GAMES 2018*

Pengamanan maksimum disiapkan pemerintah Indonesia dalam rangka menghadapi agenda Internasional Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Mulai dari athlete village, competition venue hingga akomodasi dengan meningkatkan jumlah personel pengamanan.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) yang menjadi venue utama pertandingan akan diberikan pengamanan ketat, karena stadion yang berkapasitas 76.000 penonton ini menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. SU GBK telah dilengkapi dengan sistem teknologi pengaman terbaru yaitu CCTV 7K, kaca anti peluru dan automatic exit gate berstandar FIFA.

Hal ini didukung oleh pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memastikan seluruh pembangunan serta perbaikan venue Asian Games 2018 rampung pada Juni 2018 atau sebulan sebelum penyelenggaraan dimulai. Hingga saat ini, dari 76 venue yang diperbaiki dan dibangun sudah mencapai 99 persen.

Indonesia sangat mengapresiasi kepada seluruh negara peserta Asian Games 2018 dan beberapa negara yang menambah jumlah delegasinya ke Indonesia atas kepercayaannya untuk mengikuti perhelatan akbar ini di tengah maraknya isu terorisme di Indonesia.

Kepolisian, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) akan memastikan perhelatan yang diikuti sekitar 15.000 atlet dan official akan mendapatkan pengamanan berstandar internasional guna menciptakan situasi kondusif. Dari Polri dan TNI sendiri akan menyiapkan 100.000 pasukan.

Selain itu, pengamanan ketat pun akan diterapkan saat lalu lintas atlet dari bandar udara ke wisma atlet dan dari wisma ke venue. Serta kegiatan pawai obor atau torch relay di 36 Kabupaten pun akan mendapat pengawalan ketat. Pengamanan yang dilakukan tidak hanya fisik saja tapi juga dari segi teknologi informasi (IT).
Asisten Operasi Kapolri Irjen Deden Juhara mengatakan, Polri akan menggelar Operasi Among Raga 2018 selama 16 hari pelaksanaan Asian Games. Meski Asian Games hanya dilakukan di tiga provinsi, yaitu Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat, namun untuk operasi ini akan melibatkan 18 kepolisian daerah.

Hal itu dilakukan karena adanya pawai obor yang dimulai sejak 15 Juli hingga 18 Agustus atau saat perhelatan tersebut dibuka. Operasi tersebut akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif, didukung kegiatan intelijen dan penegakkan hukum.

Jakarta, 24 Mei 2018
KARO PENMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *