Walepay Angkat Mantan Ketua KPI Yuliandre Darwis jadi Komisaris Independen

Komisaris Yuliandre Darwis,PhD bersama Wibisono dan Ceo William serta Jajaran Direksi WalePay di kantor Jakarta.

 

Jakarta, WALEPAY, adalah layanan fintech dompet digital Indonesia yang lahir dari karya anak bangsa, sudah dua tahun ini diperkenalkan di industri finansial Indonesia, Dalam rangka untuk meningkatan efektifitas kinerja perusahaan, maka WalePay telah mengangkat mantan ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Yuliandre Darwis,PhD menjadi Komisaris independen, ujar Ceo William Japari menyatakan ke awak Media di Wisma Lumbini Tomang Jakarta (19/8/2019).

Menurut William Japari, “Saya hari ini merasa bahagia telah mendapatkan kehormatan untuk bisa bekerjasama dengan Pak Andre yang sarat pengalaman”, kedepan walePay akan semakin berkembang dengan kehadiran Pak Andre ditengah tengah kita, imbuhnya.

 

 

Dengan masuknya Yuliandre Darwis sebagai komisaris, maka susunan lengkap Pengurus WalePay adalah :

Direktur Utama (CEO): William Japari,
Direktur Operasional: Hendry Pratama
Direktur Keuangan: Thomas Delvin, Komisaris : Menfre Maharuddin, Komisaris: Wibisono,SH,MH,
Komisaris Yuliandre Darwis,PhD.
General Manager : Johan.

Sementara itu Uda Andre sapaan akrab Yuliandre dalam sambutannya berharap bisa berkontribusi yang positive untuk kemajuan walePay kedepan,” segala daya upaya untuk perkembangan perusahaan ini akan kita lakukan”, ujarnya.

 

WalePay akan membawa masyarakat Indonesia berdaya saing dengan kemampuan transaksi non-tunai yang transparan, aman, dan efisien, serta mampu berkontribusi optimal dalam mendukung Indonesia bertransformasi menjadi negara maju.

Kita akan lakukan inovasi dan kreativitas untuk bisa bersaing dengan yang lain, terutama di dunia pendidikan dan masyarakat pedesaan, kata William.

Sementara itu Komisaris Wibisono,SH,MH mengatakan,WalePay sebagai pemain baru dalam dunia fintech,akan bekerja optimal dalam penggunaan transaksi non-tunai dan turut mentransformasi masyarakat Indonesia menjadi masyarakat ekonomi digital yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat, ” kita akan masuk kesemua kalangan,dari mulai instansi pemerintah,kaum buruh,petani, rumah sakit, millinneal dan para pengguna fasilitas umum”, kata Wibi.

 

WalePay dibangun berdasarkan teknologi terdepan yang smart dan aman. Para programmer muda Indonesia yang berkompeten dan berdedikasi tinggi saat ini tengah memodifikasi teknologi ini agar lebih cocok bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Data Center dan Data Recovery Center juga berlokasi di Indonesia.

“Dengan mengembangkan teknologi canggih yang memiliki tingkat keandalan tinggi,WalePay menjadi wadah bagi para programmer muda Indonesia untuk mengoptimalkan kompetensinya tanpa harus tergantung pada keberadaan programmer asing. Di sinilah arti pentingnya transfer teknologi untuk anak muda Indonesia yang berguna sebagai landasan bagi kita menuju kemandirian teknologi di masa depan,” lanjut wibi.

Kedepan walePay akan menjadi solusi yang efektif, senantiasa berpijak pada kebutuhan, tantangan, serta harapan masyarakat Indonesia. Kenyamanan, kemudahan, kecepatan dan keamanan dalam melakukan transaksi dengan menggunakan WalePay akan selalu menjadi fokus kita.

“Saya berharap, pengalaman bertransaksi yang akan kita suguhkan dapat berkontribusi dalam membangun kepercayaan masyarakat bertranksasi non tunai, khususnya dalam menggunakan dompet digital,” pungkas William.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *