Wibisono : Angka Pengangguran di Indonesia Sangat Memprihatinkan

Jakarta, Di era digital dan tranformasi tecnologi yang begitu tinggi, persaingan usaha yang semakin kompleks, Indonesia adalah negara yang sangat berdampak pada persaingan global.

Belakangan ini angka pengangguran di Indonesia dikabarkan menurun, namun nyatanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tengah tahun ini, tercatat ada 5,01 persen penduduk produktif yang menganggur.

Menurut Pengamat kebijakan Publik Wibisono, saat ini Indonesia tertinggal dari negara Laos dan Kamboja, yang secara berurutan mencatatkan 0,60 persen dan 0,10 persen pengangguran dalam data BPS. “Artinya, ini memang menjadi angka terendah dalam sejarah Indonesia, tetapi tetap menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara,” ujar Wibisono menyatakan ke awak media di Jakarta sabtu sore (9/11/2019).

Pengamat Kebijakan Publik, Wibisono,SH,MH

 

Saat ini pertumbuhan ekonomi sangat kurang baik, dan tetap masih diangka 5%, dunia usaha sektor riilpun lesu, dan banyak yang gulung tikar akibatnya banyak yang terkena PHK, Padahal beberapa waktu mendatang Indonesia sedang menghadapi periode krusial bonus demografi.

Lanjut wibi, Ia menegaskan bahwa jumlah generasi milenial yang berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun), generasi milenial sangat berdampak pada pengusaan lapangan kerja.

“Generasi muda Indonesia (milenial) akan menghadapi persimpangan yang belum pernah ada sebelumnya,” ulas Wibi yang juga pengusaha fintech Walepay.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengatasi tantangan zaman yang terus berubah, khususnya terkait polemik bonus demografi.

“Ketika proporsi anak muda Indonesia yang besar itu ternyata tidak cukup produktif atau bermental lemah, maka jumlah besar itu akan menjadi bencana demografi sehingga niat bangsa ini untuk keluar status negara low-middle income akan terhambat,maka dari itu kita harus bisa bekerja kreative dan cerdas untuk membuat terobosan terobosan agar kita sebagai pengusaha bisa terus berkarya untuk ber kontribusi dalam pembangunan nasional,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *