Wibisono: Bertekad Wujudkan Pembangunan Proyek Karya Anak Bangsa = Proyek Pengendali Banjir DKI “Jakarta Integrated Tunnel”

 

Pertemuan dengan Wagub DKI dan Dirut JTD Membahas Kelanjutan Kerjasama Proyek JIT, 5 MARET 2018

 

Jakarta, Komisaris Utama PT.Antaredja Mulia Jaya Wibisono,SH,MH memberikan keterangan tertulisnya ke media di Jakarta (7/7/2019) terkait tentang perkembangan proyek terowongan Terpadu atau dikenal dengan nama Jakarta Integrated Tunnel (JIT).

Menurutnya, ” Saya akan bertekad penuh untuk mewujudkan proyek ini, karena proyek ini sudah di nanti sekian lama oleh Masyarakat Jakarta yang terkena dampak Banjir di wilayah sungai Ciliwung dan Sungai pesanggrahan”, kata Wibisono yang juga pengamat infrastruktur ini.

 

Konsep Jakarta Integrated tunnel

 

Saat ini PT.Antaredja Mulia Jaya telah mencapai kesepakatan dengan dua BUMN yaitu PT.Pembangunan Perumahan dan PT.Waskita Karya, untuk mewujudkan Proyek multi fungsi ini,disamping sebagai Pengendali banjir, juga berfungsi sebagai jalan tol,Bahan baku air bersih serta menghasilkan listrik (PLTMH),imbuhnya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa proyek terowongan terpadu penanggulangan banjir jakarta atau dikenal JIT ini sudah hampir 5 tahun masih belum juga bisa dibangun,ini dikarenakan ada beberapa tahapan proses yang belum bisa dipenuhi oleh penggagas PT.Antaredja Mulia Jaya.

 

Konsep Jakarta Integrated tunnel

 

Pertama, yaitu proses menggandeng mitra EPC atau kontraktor yang mempunyai kemampuan dalam merealisasikan proyek besar ini khususnya pengalaman dalam bidang spesialis (tunnel) terowongan.

Kedua, proses pendanaan dari Ryan Project Funding (RPF) AS yang sudah menandatangi Funding Agreement pada bulan maret 2018 yang lalu sebesar 3 miliar dollar AS (Rp.43 Trilyun), saat ini tinggal melengkapi persyaratan terakhir yaitu penyediaan kolateral, PT.Antaredja Mulia Jaya (AMJ) sudah menggandeng dua BUMN sekaligus yaitu PT.Pembangunan Perumahan yang telah menandatangani MOU pada tanggal 7 November 2018 ,dan Mou dengan PT.Waskita Karya tgl 12 Desember 2018 yang lalu, yang rencana akan ditingkatkan dalam Perjanjian Pokok ,PT.AMJ juga telah menggandeng konsultan lokal spesialis Tol di Indonesia yaitu PT.Perentjana Jaya dan konsultan dari BUMN China Gezhoba serta akan manggandeng Konsultan dari Jepang PT.Nippont Koei.

 

Jajaran PT.AMJ bersama Direktur utama PT.Waskita I Gusti Ngurah Putra

 

Proyek ini tidak memakai uang negara- Anggaran Negara (APBN-APBD),dan semua dari pendanaan swasta,makanya selama ini kita berjuang mati matian untuk mencari investor atau sumber pendanaan dari luar negeri, ujar wibisono.

Tahapan inilah yang sekarang lagi diproses agar segera closing financial dan menteri PUPR akan mengamandement PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol) PT.JTD (Jakarta Tollroad Development) yang memegang konsesi 6 ruas tol dalam kota, dan mensubstitusi 2 ruas tolnya menjadi tol terowongan yang sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir, bahan baku air minum ( fungsi long storage) dan menghasilkan listrik sebesar minimal 7 megawatt.

 

Komut dan Dirut PT.AMJ bersama Dirut PT.PP Lukman Hidayat

 

Wibisono menambahkan bahwa seluruh proses perijinan baik dari pemprov DKI-Jakarta dan Kementrian PUPR sudah selesai,bahkan Surat Keputusan (SK) menteri PUPR untuk membentuk Tim kajian proyek ini juga sudah selesai sejak tahun 2016 yang lalu. Artinya proyek ini baik secara teknis maupun secara komersial layak untuk di bangun, kata wibi.

PT.Pembangunan Perumahan dan PT.Waskita saat ini mereview study kelayakan (FS) kita dan mereka juga lagi melakukan proses kerjasama pendanaan dengan pihak pendana dari AS yaitu Ryan Project Funding AS sebagai Penanggunjawab pendanaan proyek ini. Yang nantinya kita akan membuat Perusahaan patungan (JVco) dan bersama sama untuk mewujudkan proyek monumental ini, kata Wibi.

 

Komut Wibisono dan Direksi PT.AMJ saat survey Terowongan di Malaysia.

 

Jakarta Integrated Tunnel bagian dari 6 Ruas dalam kota.

Seperti kita bersama bahwa status 6 ruas tol dalam kota adalah “Proyek Strategis Nasional”, itu artinya adalah proyek prioritas pemerintah pusat, yang memang harus ada percepatan dalam pembangunanya,sedangkan konsep Jakarta Integrated Tunnel adalah proyek solusi banjir di DKI-Jakarta yang diusulkan oleh PT.Antaredja Mulia Jaya, akan di integrasikan dengan 6 ruas dalam kota, dengan mengkawinkan dua ruasnya menjadi terowongan tol dan pengendali banjir terpadu sesuai dengan perintah Surat Keputusan (SK) mentri dan rekomendasi teknis kementrian PUPR, dan sekarang masih tahap pembahasan dengan PT.JTD untuk melakukan kerjasama Bisnis to Bisnis dengan kita, ujar Wibisono.

Kita sudah tiga kali rapat bersama dengan PT.JTD yang di fasilitasi Wagub Sandiaga Uno saat itu,tapi belum ada titik temu,Dan apalagi tidak ada titik temu maka PT.AMJ bersama sama PT.PP dan Waskita akan mengusulkan Trase sendiri sebagai pemrakarsa, dan mungkin juga pake skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha),inilah cara alternatif yang kita tempuh- lakukan, “ini adalah proyek Murni Karya Anak bangsa,kok dipersulit?”, tanya wibi.

Saya berharap Pak Presiden Jokowi dan Gubernur DKI-Jakarta dapat mempercepat Proyek ini sebagai perwujudan proyek “monumental”- karya anak bangsa dan proyek Kemanusiaan pengendali banjir pertama kali didunia ini,agar bisa menuntaskan masalah Banjir dan kemacetan Jakarta yang sudah akut,” ini proyek “Legacy” buat bangsa” pungkas Wibisono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *