Wibisono : Papua Membara disorot Media Asing, Media Indonesia Bungkam

 

Pengamat Militer Wibisono, SH,MH

JAKARTA, Papua Membara, hari ini Para pengunjuk rasa di wilayah paling timur Indonesia di Papua dan papua barat membuat rusuh, mereka membakar bangunan kantor telkom,bea cukai dan fasilitas umum lainnya, mereka juga memaksa perusahaan listrik negara (PLN) untuk memutuskan listrik di beberapa bagian ibukota provinsi Jayapura, tapi media indonesia tidak ada yang menyiarkan peristiwa ini secara nasional, gak ada ‘Breaking News’ tentang keadaan Papua hari ini, malah media asing sedang menyoroti peristiwa ini, seperti Reuters,CNN,BBC dan lainnya, media asing itu telah memberitakan kekacauan di Papua dengan gencar, ujar Pengamat Militer Wibisono menanggapi pernyataan Wartawan di jakarta (29/8/2019)

Menurut Wibi, Pandangan media asing tentang kekacauan di Papua selama dua minggu ini sangat terbuka, apalagi telah terjadi kerusuhan dan sudah banyak korban jiwa dari rakyat sipil dan aparat keamanan, sebagian pengunjuk rasa juga menuntut pemungutan suara kemerdekaan (referendum),” ini jelas tidak bisa di anggap sepele, mana Panglima TNI dan Kapolri ?”, tandas Wibi yg dikenal pengusaha dan aktif menulis sebagai pengamat militer.

Saat inipun layanan internet diPapua masih diblokir oleh kementrian kominfo atas perintah Menkopulhukam, ” seharusnya ga perlu di blokir agar masyarakat indonesia mengetahui keadaan disana, dengan adanya pemblokiran ini justru dimanfaatkan oleh media asing untuk menggoreng goreng kerusuhan ini ke dunia internasional, hati hati ” Proxy War” pihak ketiga yang ingin memanfaatkan Papua Merdeka, ulas Wibi.

Situasi saat ini harus segera di atasi oleh aparat keamanan, karena tindakan pembakaran gedung gedung pemerintah seperti kantor bea cukai,kantor telkom dan lain lain tidak boleh di biarkan, “harusnya Pasukan TNI segera turun,” kata Wibi.

Sementara itu, Kodam XVII/Cenderawasih menyiapkan pasukan sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu polisi untuk mengamankan situasi Jayapura. Massa berdemonstrasi terkait kasus rasisme.

“Kodam menyiagakan dua SSK untuk diperbantukan ke Polda,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto kepada Antara di Jayapura.

Dari awal saya sudah memperkirakan tentang adanya “Perang Proxy” dipapua, gelagat ini sudah tercium dan di hembuskan saat kejadian di surabaya, saya rasa pemerintah pusat Kebobolan, dan jangan jangan wacana pemindahan ibu kota hanya pengalihan isue saja, pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *