Wibisono: Penanganan bersama Densus 88 dan Kopassus Tumpas Terorisme Patut di Apresiasi

Pengamat militer dan Pembina LPKAN Indonesia Wibisono,SH,MH

 

Jakarta, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dipastikan akan bersinergi dengan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI untuk memburu jaringan teroris. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kedua institusi tersebut akan bahu membahu dalam menyingkirkan sel-sel teroris.

Dedi memastikan wilayah kewenangan keduanya tidak akan tumpang tindih karena Densus 88 fokus terhadap penegakan hukum sementara Koopsus TNI akan fokus pada deteksi intelijen, operasi dan penindakan.

Adapun kesamaan tugas dari keduanya adalah melakukan serangan preventif dan langsung untuk kasus terorisme berskala besar.

“Untuk preventive strike, atau justru langsung melakukan strike, serangan langsung apabila ditemukan kasus-kasus penyanderaan dalam skala besar. (Misalnya) ada kasus penyanderaan di dalam areal publik, di moda transportasi, atau di kapal pelabuhan, termasuk di hutan-hutan besar negara atau negara sahabat,” ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7).

Menurut pengamat Militer Wibisono,SH,MH menanggapi pertanyaan media di jakarta (31/7/2019) bahwa Kerjasama penangangan Terorisme adalah gagasan yang sangat baik dari Polri dan TNI guna menciptakan sistem keamanan nasional bagi bangsa Indonesia.

Tapi  jangan sampai konsep “Democratic policing” yang di gagas Polri menimbulkan kesenjangan sosial antar alat negara yang pemerintah sekarang telah gagal menempatkan aparatnya sesuai fungsi tugasnya.

”kita harus melihat sejarah, hampir semua negara kuat itu selalu menempatkan militer di posisi terdepan karena mereka dilatih untuk menjaga stabilitas nasional baik dari ancaman luar berupa invasi asing maupun dari dalam berupa upaya separatisme dan penggantian ideologi negara. Sedangkan polisi hanya dilatih untuk menciptakan keamanan warga negara dari tindakan kriminal saja,dari situ saja sudah jelas cakupan tugas militer yang lebih luas dan berat di banding tugas kepolisian, harus nya pemerintah lebih cerdas dalam membuat kebijakan,yang penting tidak tumpang tindih dalam eksekusi dilapangan”, ujar Wibisono

Saat ini Indonesia telah mengedepankan kepolisian untuk menghadapi kepentingan keamanan nasional, bagaimana eksistensi negara dan Bangsa ini kedepannya.

“Saya berharap Disamping masalah terorisme, kita juga akan menghadapi invasi bangsa asing yang sudah jelas di depan mata ingin menguasai Sumder Daya Alam Indonesia,” pungkasnya
[31/7 12.08]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *