Wibisono: Perang Dagang AS-China, Berdampak Huawei masuk dalam daftar hitam AS,Bagaimana dampak buat Indonesia?

Pengamat militer dan Pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Wibisono,SH,MH

 

Jakarta,Huawei adalah salah satu produsen peralatan telekomunikasi China terbesar di dunia. Departemen Perdagangan AS pada bulan Mei 2019 menempatkan perusahaan tersebut “Daftar Hitam Entitas” dan menilai perusahaan itu dapat menimbulkan risiko keamanan.Departemen Kehakiman AS telah mengajukan tuntutan terhadap perusahaan yang dituduhkan melakukan “spionase” atau mata mata serta pencurian rahasia dagang dan kejahatan lainnya, ujar pengamat Militer Indonesia Wibisono,SH,MH menjawab Media di jakarta (24/7/2019).

Menurutnya,menyusul kebijakan Pemerintah AS ,Doland Trump yang mamasukkan Huawei Tecnologies Co Ltd dalam daftar hitam,kini Perusahaan tersebut akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 600 pekerjanya di AS, berlaku mulai 22 Juli 2019. Alasannya adalah karena pembatasan operasi bisnis yang disebabkan oleh tindakan pemerintah AS. Daftar hitam perdagangan membuat Futurewei ilegal untuk mentransfer teknologi sensitif ke induk perusahaannya. Daftar hitam juga membatasi Huawei dari pembelian produk dari perusahaan teknologi AS, Futurewei memiliki kantor di Silicon Valley dan wilayah Seattle, Chicago, dan Dallas. Perusahaan itu telah mengajukan lebih dari 2.100 paten di berbagai bidang seperti telekomunikasi, jaringan seluler 5G, ini sejak Huawei masuk daftar hitam yang merupakan imbas dari perang dagang yang dikibarkan AS-China, papar Wibisono yang juga Pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Indonesia.

Saat ini Jutaan pemilik smartphone (ponsel pintar) Huawei di seluruh dunia tiba-tiba tertarik dengan segala isu tentang perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Bukan apa-apa, ini lantaran terkait dengan kepentingan orang banyak.

Presiden AS Donald Trump memberlakukan larangan terhadap Huawei untuk memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Selain menekan Huawei, larangan ini pada saat yang bersamaan juga mempengaruhi banyak perusahaan di AS karena tidak dapat bekerja sama dengan raksasa teknologi asal China itu.

Google adalah salah satu di antara perusahaan-perusahaan yang menangguhkan bisnisnya dengan Huawei. Anak perusahaan Alphabet Inc. ini menghentikan akses Huawei ke teknologi Androidnya, kecuali yang tersedia sebagai teknologi open source.

Aplikasi populer Google seperti Gmail, YouTube, dan Chrome yang saat ini tersedia dalam perangkat pintar produksi Huawei tidak akan ada lagi pada peranti lunak gawai Huawei di masa depan.

Meski relatif tidak begitu populer di AS, ponsel-ponsel besutan Huawei banyak digunakan hampir di mana pun. Bagi jutaan orang, ponsel Huawei menjadi alternatif murah namun berkualitas atas ponsel-ponsel berharga mewah selain iPhone produksi Apple dan samsung dari korea.

Ganjalan terhadap Huawei di AS memang tidak akan berdampak buruk buat Indonesia, terutama dari sisi ekonomi namun akan berdampak tidak baik dari sisi Pertahanan Negara.

 

Bagaimana dampak ekonomi dan Pertahanan bagi Indonesia?

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat pertemuan G20 turut menyatakan  proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 ini menjadi lebih rendah karena eskalasi dari ketegangan perang dagangantara AS dan China.

Sri Mulyani mengutip pernyataan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde yang menyebut risiko ketegangan perang dagang membuat pertumbuhan ekonomi dunia akan turun 0,5 persen.

Dengan demikian pada 2019 ini yang diprediksi 3,5 persen dan diharapkan bisa naik menjadi 3,6 persen. Akan tetapi, kalau perang dagang terus berjalan, pertumbuhan ekonomi global hanya akan mencapai 3,1 persen.

“0,5 persen dari GDP dunia itu lebih besar dari satu ekonomi seperti Afrika Selatan. Jadi ini risikonya sangat besar,” kata dia.

Menurut Wibisono , Indonesia termasuk salah satu negara yang terdampak sengketa perang dagang AS-China, baik secara positif maupun negatif. Mulai dari mata uang, pasar saham, hingga kondisi eskpor dan impor. Bila perang dagang mereda, dipastikan ada dampak lanjutan yang baik bagi Indonesia.

Dia menambahkan jika kondisi ekonomi global menjadi hal yang perlu dicermati usai gelaran pemilihan umum serentak (pileg dan pilpres 2019). Kondisi ekonomi global saat ini dinilai masih belum menunjukkan arah perbaikan. Kondisi yang telah berlangsung sejak awal tahun lalu.

Meski dia melihat jika saat ini normalisasi kebijakan di Amerika Serikat sudah mulai mereda sehingga dipastikan tekanan pada tahun ini tidak akan sekuat tahun lalu.

“Kebijakan moneter di AS kelihatan mulai mereda tahun ini sehingga kita bisa saja mengharapkan arah terbalik dari tahun lalu terhadap kebijakan suku bunga moneter,” ujarnya. Hal ini yang dinilai berdampak positif untuk ekonomi global dan Indonesia.

Dia juga menilai saat ini negara-negara di dunia sudah mulai terbiasa dengan pola gejolak tersebut. Sehingga meskipun belum pulih seutuhnya, dampak dari gejolak ekonomi global tidak akan separah tahun lalu.

“Melihat positifnya saja bahwa situasi perang dagang ini mestinya bisa memberikan hal-hal positif bagi kita walaupun sejauh ini belum terlihat, tetapi apapun ini adalah potensi-potensi hal yang positif,” ujar Wibi.

Kalo tinjauan dari sisi Pertahanan dan keamanan negara, dampaknya sangat tidak baik untuk Indonesia, ini karena Huawei terindikasi melalukan “Perang Asimetris” terhadap negara negara Asia dan asia tenggara termasuk Indonesia.

Tudingan Huawei melakukan tugas mata mata (spionase) dari Intelijen China bagi negara lain datang dari CIA-AS,Belanda dan Australia,Indonesia seharusnya juga waspada terhadap Ini,karena indonesia negara yang tidak menolak atas keberadaan Huawei, malah seiring dengan Maraknya bisnis Fintech fari negara tirai bambu tersebut,apalagi kalo di kaitkan dengan 23 Proyek Obor yang sudah di tanda tangani Indonesia pada 27April 2019 yang lalu,ini jelas akan berdampak luar bagi pertahanan negara,karena saat ini Intelijen Pertahanan negara belum maksimal, Pungkas Wibisono.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *