Wibisono: Pidato Ketum PDIP Megawati semakin jelas Rekonsiliasi bagi bagi Kursi Menteri

Pengamat Politik dan Pembina LPKAN Wibisono,SH,MH

 

Jakarta, Dinamika politik setelah Pemilu 2019 kini memasuki babak baru, dengan terbentuknya poros-poros baru dan kemungkinan rekonsiliasi bersyarat semakin jelas, yang kita bisa dilihat pada bulan september- Oktober nanti, setelah kita dengar pidato PDIP pada pembukaan Konggres ke V PDIP hari ini di Bali, semakin jelas, kehadiran Prabowo ditengah konggres PDIP inipun sangat menarik untuk dicermati arah politiknya”, kata Pengamat Politik Wibisono,SH,MH menyatakan ke awak media di Jakarta (8/8/2019).

Menurutnya bagi bagi kursi akan posisi kabinet dan pimpinan badan legislatif sah sah aja,itulah tujuan berpolitik, perkiraan posisi mentri akan jelas di awal oktober, ujarnya

“Tadinya peta politik Indonesia bipolar. Terbagi Dua kutub, kontraksinya sangat keras dan sangat kencang. Hanya pendukung 01 dan pendukung 02, tapi akhir akhir ini sudah mulai mencair, tapi berpotensi mengkristal ke polar-polar baru, poros-poros baru,setelah ada pertemuan di Gondangdia, di Teuku Umar, dan konggres PDIP dan sebagainya,” ungkap Pembina LPKAN (Pengawas Pengawas Kinerja Aparatur Negara) ini.

Selanjutnya PDIP melalui sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal ajakan ‘bertempur’ di 2024 merupakan ungkapan persahabatan. Megawati memang memiliki kedekatan dengan Prabowo.

“Ekspresi persahabatan. Pak Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat, karena sudah saya ulang berkali-kali, visi misinya mirip dengan haluan perjuangan kami, yaitu Trisakti Bung Karno,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Soepratikno kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Hendrawan mengatakan PDIP dan Gerindra tidak bersatu dalam Pilpres 2019 karena mereka tidak membuka ruang untuk kelompok-kelompok yang mau menunggangi dengan isu SARA. Ia menegaskan PDIP tidak menoleransi kelompok yang menolak ideologi Pancasila.

“Politik adalah the art of possibility, seni kemungkinan, Bila kondisi dan persyaratan terpenuhi untuk rekonsialiasi tak ada yang mustahil dalam politik,” kata Wibi

Megawati lantas bercerita soal momennya mengundang Prabowo ke Kongres V PDIP di Bali. Mega lalu berbicara soal ‘tempur di 2024’.

“Jadi kan Pak Prabowo waktu ketemu saya kan heboh ya media, padahal saya cuma tanya gini, ‘Mas, nanti mau nggak saya undang ke Kongres PDIP?, Kalau nggak mau ya nggak apa-apa.’ Eh, ternyata beliau mau,” ucap Megawati.

“Iya loh, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus, ya sudahlah. Nanti tempur lagi di 2024. Siap?”,pungkas Megawati.
[8/8 20.31] Zuhdi#MAJALAHCEOINDONESIA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *