Wibisono: Tim Mawar Jadi Kambing Hitam Dalang Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Pengamat militer dan Pembina LPKAN Wibisono,SH,MH bersama Menhan Ryamizard Ryacudu ditahun ’96

 

Jakarta, Dua hari ini dihebohkan lagi pernyataan dua pejabat tinggi negara yaitu pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, keduanya mengungkapkan tidak ada keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei lalu.

Mereka berdua bahkan meminta publik tak lagi mengaitkan kerusuhan dengan Tim Mawar, kata Pengamat Militer dan Pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Wibisono,SH,MH menyatakan ke media hari rabu tanggal (12/6/2019).

Moeldoko menyatakan “Jangan bicara Tim Mawar lagi. Mereka bagian dari Tim Mawar yang dulu jadi dikatakan ‘Oh Tim Mawar’, tapi sesungguhnya dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada Tim Mawar,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Wibisono, penyebutan Tim Mawar pada situasi saat ini tidak tepat karena dikhawatirkan hanya memberikan kerancuan dalam proses pengungkapan masalah. Sementara proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak Kepolisian, paparnya.

Hal senada juga dinyatakan oleh Menhan “Jangan lagi menyebut Tim Mawar, nanti merancukan situasi. Kalau perorangannya kami tidak tahu, nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan,” katanya.

“Sudahlah Tim Mawar itu sudah beberapa puluh tahun, sudah selesai dan jangan dibawa-bawa lagi. Luka lama jangan dibawa-bawa lagi,” katanya.

Penolakan juga sempat disampaikan oeh mantan Komandan Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Mayjen (Purn) Chairawan. Ia juga sempat menyatakan kekecewaan kepada Majalah Tempo yang memilih diksi ‘Tim Mawar’ dalam laporannya soal dugaan keterlibatan salah satu anggota tim tersebut dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei.

Oleh karena itu, ia keberatan bila Tim Mawar kembali dikaitkan dalam laporan majalah tersebut.

Tim Mawar merupakan tim yang disebut bertugas untuk melakukan penculikan terhadap aktivis pada 1997-1998. Tim Mawar disebut kembali setelah Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo edisi 10 Juni 2019 mengungkap keterlibatan salah seorang mantan anggota Tim Mawar, yakni Fauka Noor Farid.

Disisi lain,dengan dibebernya Proses penyidikan atas tersangka Mayjen TNI (Purn) Kizlan Zein oleh Mabes Polri dan mabes TNI ke publik, saya menilai kurang tepat, menyalahi UU KUHAP ,karena melanggar “Azas Praduga tak bersalah” tersangka, seharusnya nanti dibuka dipersidangan, sehingga menimbulkan kesan penggiringan opini yang mengakibatkan Pembunuhan Karakter tersangka, pungkas Wibisono
[12/6 22.38]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *