Wibisono: TNI harus mampu lindungi Rakyat Indonesia

Alutsista TNI

Jakarta, Perayaan HUT TNI ke-74 yang akan digelar di Lanud Halim Perdanakusuma sabtu besuk (5/10/2019), hari ini telah melakukan geladi bersih, nampak terlihat deretan berbagai Alutsista milik TNI ramaikan acara geladi bersih, ini membuktikan TNI dengan tiga matranya menunjukkan kemampuan masing masing secara profesional dalam mendukung pertahanan negara.

Menurut Pengamat Militer Wibisono menyatakan ke awak media di jakarta (4/10/2019), Saya ucapkan selamat HUT TNI yang ke-74, dalam Perayaan HUT TNI kali ini masih dalam suasana berduka akibat peristiwa kerusuhan dan exodusnya rakyat pendatang dari Wamena Pupua.

Pengamat militer Wibisono

“Saat ini kita masih prihatin atas peristiwa kerusuhan dan Pembantaian di wilayah Wamena Papua, TNI masih punya tanggungjawab yang besar untuk pemulihan keamanan disana”, ujar Wibisono.

Mengutip anggaran yang dialokasikan Pemerintah paling besar untuk urusan pertahanan dan keamanan di 2020. Kementerian Pertahanan dan Kepolisian Republik Indonesia termasuk dalam Kementerian dan Lembaga yang mendapatkan anggaran paling besar tahun depan (tahun 2020)

“Dalam R-APBN 2020 Kementerian Pertahanan diusulkan mendapatkan anggaran paling besar yakni mencapai Rp 127,4 triliun. Saat disahkan anggaran Kemenhan naik jadi Rp 131,2 triliun. Angka itu jauh lebih besar dari anggaran di tahun ini sebesar Rp 109,6 triliun,” ulas Wibi

Sedangkan Kepolisian Republik Indonesia juga menjadi lembaga yang mendapatkan anggaran terbesar ketiga tahun depan. Dalam R-APBN 2020 anggarannya diusulkan Rp 90,3 triliun, saat diketok berubah menjadi Rp 104,7 triliun, imbuhnya

Pemerintah memang sengaja mengalokasikan anggaran yang besar di bidang pertahanan. Tujuannya untuk mendukung pertahanan negara. Penambahan di bidang pertahanan alasan utamannya untuk pemenuhan kebutuhan belanja negara kita pagu di 2019 ini ada pensiunan dari pada belanja reformasi birokrasi di TNI 70% berdampak pada belanja pegawai.

Selain untuk belanja pegawai, anggaran itu juga dimaksudkan untuk belanja alat sistem senjata (alutsista). Anggaran juga digunakan untuk melakukan pemeliharaan alutsista.

“Dengan begitu besarnya alokasi anggaran untuk Pertahanan negara harusnya TNI lebih profesional dan hadir digarda depan pada saat pemulihan keamanan di Wilayah Indonesia, tapi dalam peristiwa kerusuhan di Wamena TNI dinilai kecolongan,” tandas Wibi

Saya berharap TNI kedepan lebih profesional dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, dapat melindungi keamanan Rakyat dan dapat menumpas gerakan pengacau keamanan di wilayah Papua dan daerah yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *